Akumulasi Kasus Positif Covid-19 Kelurahan Pademangan Barat Terbanyak di Jakarta

Merdeka. com – Kelurahan di segenap Provinsi DKI Jakarta masuk sebagai daerah merah. Mengutip data dari kedudukan corona. jakarta . go. id, Kelurahan Pademangan Barat sedang menjadi kelurahan dengan kasus akumulatif positif Covid-19 tertinggi.

Kelurahan Pademangan Barat memiliki total akumulasi kasus sebanyak 291. Diikuti Kelurahan Penjaringan dengan 209 peristiwa positif Covid-19, Kelurahan Sunter Utama sebanyak 203 kasus.

Kemudian, Kelurahan Sunter Jaya mempunyai kasus akumulasi positif Covid-19 190 kasus, Kelurahan Cempaka Putih Barat 173 kasus, Kelurahan Lagoa 171 kasus, Kelurahan Kramat 163 urusan.

Sebelumnya, di Graha BNPB, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan tingginya jumlah kasus positif seiring dengan masifnya pelacakan kasus. Bahkan dalam mulia pekan awal Agustus positivity rate DKI sebesar 7, 8 obat jerih.

Angka tersebut dalam atas ambang batas yang disarankan World Health Organization (WHO) sebesar 5 persen.

“Selama sepekan ini angka positivity rate di DKI Jakarta 7. 8 persen. Artinya memang masih mulia, daripada angka WHO, karena WHO harapannya dalam sepekan adalah kurang dari 5 persen, ” ujar Widya di Graha BNPB, Rabu (5/8).

Tingginya persentase positivity rate tersebut, dikatakan Widya dampak dari dua pendekatan dengan dilakukan Pemprov DKI yakni, tracing dan active case finding.

Untuk pendekatan tracing, imbuh Widya, tiap kali ada pengesahan positif yang disampaikan dari rumah sakit di DKI pihaknya lekas melacak orang-orang yang kontak baik dan langsung terhadap pasien.

Sementara untuk active case finding, dikatakan Widya, pihaknya mendatangi tiap-tiap Kelurahan dan RW secara risiko penularan tinggi.

“Kemudian active case finding secara terfokus, adalah kami mendatangi tempat-tempat, daerah-daerah, kelurahan, RW yang paling beresiko kemungkinan tertular dengan membilang laju kecepatan incident rate, ” tuturnya.

Dasar potensi risiko penularan tinggi tiap provinsi dihitung berdasarkan laju kecepatan transmisi dengan cara jumlah orang tentu per 100. 000 penduduk dalam satu wilayah dikurangi jumlah kejadian 14 hari sebelumnya.

“Semakin tinggi penularan, itu yang semakin berisiko tentu itu yang kami sasar (active case finding, ” tuturnya.

Mengutip data yang diunggah situs corona. jakarta. go. id seluruh kelurahan di DKI Jakarta ada di zona merah, yang artinya risiko penularan Covid-19 masih tinggi. Kemudian, dari data tersebut juga menghadirkan masih ada 33 RW kawasan rawan dan 990 RW dengan konfirmasi positif Covid-19.

Sementara Kelurahan Senen merupakan kelurahan dengan laju kecepatan penularan Covid-19 tertinggi di Jakarta. [fik]