Anies Tak Masalah Warga Bekerja Puasa di Restoran Pokok Tetap Patuhi Prokes

Merdeka. com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mempermasalahkan bila warga buka bersama pada rumah makan atau restoran saat pandemi Covid-19. Namun, kata dia, para karakter usaha tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

“Jadi prinsipnya adalah 50 komisi di dalam kegiatan apapun. Apakah makan pagi, apakah makan malam, apakah dahar sore, apakah disebut iftar, apakah disebut buka, apakah disebut sahur, ” sekapur Anies di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/4).

Menurut tempat, pada saat Ramadan masa makan malam dan aktif puasa hampir sama. Karena hal itu mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menodong agar para pengelola wadah makan lebih disiplin di protokol kesehatan.

Mulai dari jarak tempat duduk hingga kapasitas tamu. Sebab, kata Anies, sedang terdapat potensi penularan Covid-19.

“Karena sesungguhnya, kegiatan makan malam ataupun kegiatan buka puasa serupa sama membuka masker. Sama-sama harus melakukan aktivitas yang punya potensi penularan, ” jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy membaca, skema ibadah ramadan di masa pandemi. Dia bilang, ibadah salat tarawih serta Idul Fitri secara perkumpulan diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Khusus mengenai kegiatan ibadah selama Ramadan dan kesibukan Idul Fitri yaitu doa tarawih dan Idul Fitri. Pada dasarnya, diperkenankan atau diperbolehkan. Yang harus dipatuhi adalah protokol harus dijalankan dengan ketat, ” katanya di akun sekretariat pemimpin, Senin (5/4/2021).

Dia menambahkan, salat tarawih itu boleh dilakukan secara catatan harus terbatas di komunitas. Di mana para-para jemaahnya sudah dikenali satu sama lain. Sehingga perkumpulan dari luar daerah tersebut tidak diizinkan.

“Begitu juga dalam melakukan salat berjemaah ini diupayakan untuk dibuat sesimpel agak-agak sehingga waktunya tidak sungguh-sungguh panjang, mengingat dalam status masih darurat, ” ujarnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6. com [eko]