Berisi 4 Bulan, Janda Muda Diracun Tikus Pacar Hingga Tewas

Merdeka. com – Seorang janda anak satu berinisial EN(24), dibunuh sebab pacarnya sendiri menggunakan racun tikus, di Pantai Cibeureum, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat (11/9) sekitar pukul 18. 00 Wib.

Korban berinisial EN yang diketahui tengah berisi muda merupakan warga Ciomas, Kabupaten Serang. Sementara pelaku berinisial FR (28) juga merupakan warga Ciomas.

Tewasnya korban berasal dari pelaku yang tidak sedia bertanggung jawab dengan kehamilan objek, dan berniat menggugurkan kandungan objek menggunakan racun tikus.

“Awal mulanya pelaku bersama target itu sama-sama tinggal di Ciomas, Serang. Kemudian hubungannya adalah kurun pelaku dan korban itu ada hubungan khusus artinya pacaran, ” kata Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono, Kamis (17/9).

Kapolres mengungkapkan, Sebelum pembunuhan berlaku, pelaku dan korban mengendarai motor mencari bidan praktek untuk memeriksa kehamilan di Padarincang, Namun, tidak ada bidan praktek yang bekerja.

“Kemudian FR dan EN ini mendatangi 3 perawat yang ada di Padarincang. Pra berangkat di Ciomas, pelaku FR sudah membeli racun tikus sebanyak 2 bungkus. Setelah itu ke Padarincang mencari bidan yang praktek untuk melakukan tes ternyata tutup semua, setelah itu karena menutup bidannya kembali ke Ciomas, ” jelasnya.

Saat balik ke Ciomas, pelaku kembali mengambil racun tikus sebanyak 3 sampul. Pelaku kemudian pergi lagi ke arah Cinangka untuk mencari perawat. Di sana, pelaku menemukan tersedia bidan praktek yang buka. Buatan pengecekan, korban ternyata hamil 4 minggu atau satu bulan.

“Karena bidan tutup kesimpulannya pelaku dan korban ini ke daerah Cinangka ketemulah di Cinangka itu ada bidan yang buka, setelah dites ternyata hamil invalid lebih 4 minggu atau satu bulan. Setelah keluar kemudian terbang motor berdua menuju ke miring, selama perjalanan itu cekcok. Target meminta pertanggung jawaban atas kehamilan tersebut, pelaku FR tidak mengesahkan, memang pernah berhubungan tapi taat yang bersangkutan tidak mungkin ikatan itu bisa membuat hamil, ” ujar Kapolres.

Kapolres mengatakan, pelaku tak terima tempat kehamilan itu, lantaran pelaku perkara badan menggunakan kondom. Pelaku kemudian membawa korban ke saung di pantai Cibereum, Cinangka. Sesampai dilokasi, korban diberikan minuman yang telah dicampur racun tikus. Agar korban mau meminum, pelaku mengatakan minum tersebut merupakan jamu untuk menggugurkan kandungan.

“Akhirnya pada situ tersangka kemudian mencekik, pada situ sudah mulai pusing-pusing, sebab yang bersangkutan (pelaku) diseret ke pantai, pada saat diseret target mengeluh sakit dan ada yang mendengar nelayan yang sedang mengaduk-aduk ikan di pantai, ” membuka Kapolres.

Akibat seruan korban, aksi pelaku ketahuan awak. Warga kemudian berteriak meminta tolong kepada warga lain.

“Korban oleh warga setempat sempat ditolong dan dibawa ke sendi sakit, sesampainya di rumah sakit korban sudah meninggal, ” kata Kapolres.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 338 subsider 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup. [rhm]