Berserang 5, Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara Capai 56

Merdeka. com – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan pihaknya telah melangsungkan sidak terkait protokol kesehatan Covid-19 di 3. 407 perusahaan. Menurut dia, data tersebut tercatat sejak PSBB masa transisi 8 Juni sampai 11 Agustus 2020.

Dia mengatakan, sejumlah perusahaan mendapatkan peringatan hingga ditutup sementara sebab melanggar protokol kesehatan Covid-19. Namun perusahaan ditutup sementara mencapai 56.

“Dari jumlah itu ada 389 perusahaan mendapatkan rujukan pertama, 101 peringatan kedua dan 56 ditutup sementara, ” sekapur Andri dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8).

Dia menjelaskan 49 dari 56 perusahaan itu ditutup sementara karena ditemukan pegawai terpapar Covid-19. Sedangkan tujuh perusahaan sisanya sempat ditutup sementara sebab tidak patuh dalam pelaksanaan adat kesehatan.

49 kongsi tersebut tersebut tersebar di lima kota administratif DKI Jakarta. Lupa satunya ada 12 perusahaan dengan ditutup di Jakarta Pusat.

“Lima perusahaan di Jakarta Barat, empat di Jakarta Memajukan, 14 di Jakarta Timur, serta 14 perusahaan di Jakarta Daksina, ” ucapnya.

Tengah itu, tujuh perusahaan yang ditutup karena protokol tersebar masing-masing satu di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Kemudian tersedia empat perusahaan di Jakarta Daksina.

Sementara itu, Besar Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani menyatakan adanya penambahan pasien tentu Covid-19 sebanyak 471 kasus di Selasa (11/8).

Namun, jumlah kasus konfirmasi secara pengumpulan di Jakarta hingga saat ini sebanyak 26. 664 kasus. Mengenai jumlah kasus yang masih dirawat ataupun isolasi sebanyak 8. 784 orang.

“Dari jumlah tersebut, 16. 927 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 63, 5 persen dan 953 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3, 6 persen. Sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4, 5 persen, ” ucapnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6. com [gil]