DPP Demokrat Gugat 10 Karakter Penggerak KLB ke PN Jakpus

Merdeka. com – Partai Demokrat mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang. Ada 10 orang yang digugat ke pengadilan atas terkaan perbuatan melawan hukum.

“Kami lakukan ialah melakukan gugatan melawan kaidah, upaya gugatan perbuatan melawan hukum ada 10 orang yang tergugat, ” ujar Kepala Bakomstra DPP Golongan Demokrat, Herzaky Mahendra Anak di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Herzaky menyebut, pada antara 10 orang tergugat di antaranya adalah orang-orang yang telah dipecat Golongan Demokrat. Namun, Herzaky belum mau merilis nama-namanya.

Ia menjelaskan, para tergugat diduga melakukan tanduk melanggar hukum karena mengenai konstitusi partai Demokrat dengan telah diakui oleh negara melalui SK Menteri Norma dan HAM. Tergugat selalu melanggar konstitusi negara UUD 1945 pada pasal satu tentang Indonesia sebagai negeri hukum dan demokratis.

Selain itu, para tergugat juga diduga telah melanggar UU Partai Kebijakan. Pada Pasal 26 disebutkan anggota partai politik dengan berhenti atau diberhentikan sebab partai politik tidak mampu membentuk atau mendirikan kelompok politik yang sama. Lebih lanjut disebutkan, jika mereka membentuk partai politik tersebut maka keberadaannya tidak diakui undang-undang.

“Kami datang ini ke pengadilan dengan harapan pengadilan siap benteng terakhir dalam memperjuangkan keadilan dalam mencari kesamarataan dan kebenaran, ” perkataan Herzaky.

Di melakukan gugatan ini Kelompok Demokrat menurunkan tim beranggotakan 13 orang. Salah satu di antaranya, adalah mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto. Sampai berita ditulis, tim sedang mendaftarkan gugatan.

Selain itu ada Abdul Fickar Hadjar, Aura Akhman, Donal Fariz, Rony E Hutahaean, Iskandar Sonhadji, Watak Setyanto, Boedhi Wijardjo, Diana Fauziah, dan Reinhard R Silaban. Tim kuasa norma itu menaman diri jadi Tim Pembela Demokrasi sama dengan tertulis dalam dokumen informasi. [bal]