Kadis Kesehatan Garut Tegaskan Honor Aparat Ambulans Covid-19 sudah Dibayar

Merdeka. com – Kepala Dinas Kesehatan tubuh Kabupaten Garut, Maskut Farid menyebut bahwa Jumat (10/7) gaji petugas ambulans 119 yang bertugas mengantar jemput pasien Covid-19 di Garut dibayar. Tertundanya pembayaran gaji para-para petugas sendiri terjadi karena adanya kesalahan komunikasi di internal dinasnya.

“Secepatnya kita bayarkan. Hari ini kita bayar, ” kata Maskut, Jumat (10/7).

Maskut menjelaskan bahwa tertundanya pembayaran gaji para petugas ambulans akibat bendaharanya telat mengecek selisih rekeningnya.

“Sebenarnya hanya mis komunikasi saja, uangnya tersedia masuk ke bendahara. Kebetulan gajah ini belum mengecek rekeningnya jadi seolah-olah lama, ” jelasnya.

Ia memastikan bahwa penyajian ambulans sendiri tetap berjalan serupa biasa dan membantah tidak beraktivitas karena tidak ada uang untuk pembelian bahan bakar.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengucapkan bahwa ambulans memang getap beroperasi seperti biasa. Beberapa hari sebelumnya sendiri, ambulans tersebut memang jarang beroperasiKrena kasus pasien yang terindikasi Covid-19 mengalami penurunan.

Untuk honor petugas ambulans dan biaya operasional sendiri, diungkapkan Leni, sudah dialokasikan secara khusus.

“Proses pencairan operasional dan honor petugas ambulan mengacu di dalam peraturan yang berlaku. Namun saat ini sudah diselesaikan dengan bagus sehingga tidak ada permasalahan dan ambulan bisa beroperasi seperti natural, ” ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah ambulans yang disiagakan buat melayani pasien Covid-19 di Kabupaten Garut terancam terhenti operasionalnya. Peristiwa tersebut karena biaya operasional untuk BBM (bahan bakar minyak) tidak kunjung cair. Selain itu, pembayaran honor dan intensif tenaga medis serta awak ambulans menunggak selama tiga bulan.

“Kami telah tidak punya uang lagi, karena hak-hak kami sudah tiga bulan tak kunjung cair. Untuk menghidupi keluarga masing-masing tenaga medis & awak ambulans 119 saat tersebut sudah sangat sulit, ” cakap salah seorang petugas medis, Agus Mulyana kepada wartawan di Garut, Kamis (9/7).

Dia berharap agar pemerintah segera menyingkirkan anggaran BBM termasuk honor serta insentif bagi awak ambulans yang bertugas melayani Covid-19. Jika tak cair juga, maka menurutnya tidak tidak mungkin operasional ambulans malah terhenti.

Hingga masa ini, sudah tiga bulan pembayaran tenaga medis dan awak ambulans 119 belum terbayarkan. Kabupaten Garut sendiri, dalam penanganan Covid-19 tersebut menggunakan anggaran Belanja tidak Terkira (BTT) mencapai Rp234 miliar. [ded]
Link terbaru tentang Data HK