Kepala BNPB Ingatkan Beberapa Provinsi Waspada Karhutla

Merdeka. com – Besar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta, kepada besar daerah untuk waspada Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebab, selain pandemi Virus Corona atau Covid-19, Karhutla juga menjadi ancaman.

“Untuk Karhutla ya maka daerah-daerah yang rawan Karhutla di beberapa provinsi kita sudah ingatkan hati-hati, karena kebakaran akan menerbitkan asap, nah asap ini belakang akan menimpa warga masyarakat dengan punya asma, yang punya aib paru, dan itu beresiko, ” katanya di Gedung Kementerian PMK, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/7).

Katanya, berdasarkan data yang dimiliki Kalimantan Tengah urutan keempat berasaskan penyakit ispa atas Karhutla.

“Kemarin di Kalimantan Sedang, urutan keempat angka kematian mereka penderita ispa, mereka penderita asma, nah kita sudah sampaikan harus berusaha mencegah jangan sampai terjadi kebakaran, karena kalau kebakaran dengan paling rentan adalah masuarakat yang punya penyakit paru-paru, dan itu bisa mengakibatkan kejadian yang buruk, ” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melakukan patroli harmonis guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 154 tempat rawan yang tersebar di lima provinsi Tanah Air.

“Provinsi rawan tersebut meliputi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Daksina dan Kalimantan Tengah, ” logat Menteri LHK Siti Nurbaya di dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI dilansir Antara, Rabu (8/7).

Secara rinci, posko desa di Sumatera dan Kalimantan tersebut meliputi 25 posko desa di Sumatera Utara, 52 posko desa di Riau, 25 posko desa di Jambi, 40 posko desa di Sumatera Daksina dan 12 posko desa dalam Kalimantan Tengah.

Tempat mengungkapkan, terdapat 440 desa dengan keseluruhan yang menjadi sasaran dari patroli terpadu pencegahan karhutla dengan meliputi tiga pulau besar pada Indonesia dan tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. [ded]