Ketua Komnas HAM Sebut Ada Organisasi Gunakan Sentimen Agama Dibarengi Kekerasan

Merdeka. com kacau Pemimpin Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengakui ada pola yang menggunakan sentimen keyakinan dengan dibarengi kekerasan. Dia mengatakan itu dalam situasi rekomendasi Komnas HAM pada kasus penembakan laskar FPI di Tol Jakarta -Cikampek KM 50.

Komnas HAM sebelumnya dalam rekomendasinya meminta kepemilikan senjata Laskar FPI diusut lebih sendat. Menurut Taufan, memang tersedia organisasi-organisasi dengan sentimen keyakinan tetapi menggunakan kekerasan. Seolah-olah halnya terjadi ketika perihal kerusuhan 21-22 Mei 2019.

“Itu kita rekomendasikan dan dalam penjelasan kita jelaskan dengan baik memang ada ada organisasi-organisasi yang itu menggunakan perkakas kekerasan, peristiwa 21-22 Mei tahun 2019 sebelumnya ada kaitan dengan itu, ” ujarnya dalam rapat secara Komisi III DPR RI, Selasa (6/4).

Sejak peristiwa kerusuhan 21-22 Mei lalu, Komnas PEDOMAN telah menduga organisasi yang menggunakan kekerasan ini bersentuhan dengan satu kekuatan yang lain. Kata Taufan, hal tersebut mengancam demokrasi lantaran menggunakan sentimen agama dengan kebengisan.

“Karena saya menduga dalam tanda petik kita masih belum dapatkan data akurat, ini tentu ada kaitan dengan satu kekuatan lain yang jika kita tidak selesaikan jadi ancaman demokrasi Indonesia dengan menggunakan sentimen agama lalu dibarengi kekerasan, ” ucapnya.

Hal tersebut sudah pernah ia sampaikan langsung kepada Polri semenjak zaman dipimpin Tito Karnavian hingga sekarang.

“Itu kami sampaikan pada pihak kepolisian dan umum selama ini adalah intimidasi. Tahun 2019 statemen Komnas HAM jelas politik kebengisan itu kami sebut angle yang harus diwaspadai seluruh elemen bangsa kita, ” pungkasnya [bal]