Khofifah Batalkan Rumah Sakit Darurat Lapangan di Malang

Merdeka.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menunda sementara pendirian rumah sakit darurat lapangan di Kota Malang. Keputusan diambil setelah melihat tren Covid-19 di Malang Raya semakin melandai.

“Kalau yang di Malang dipending dulu. Mudah-mudahan semua melandai dan membaik,” tegas Khofifah di Mukernas dan Rakernas Muslimat NU di Kota Batu, Kamis (29/10).

Khofifah mengungkapkan, semula rumah sakit darurat lapangan di Kota Malang dibangun sebagai antisipasi peningkatan kasus Covid-19. Fasilitas tersebut akan difungsikan untuk isolasi untuk kategori kasus ringan.

“Tapi kita melihat bahwa tren dari kasus positif di Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Malang terus melandai, sehingga keputusan rapat dari tim dokter Dinas Kesehatan, terutama dari RS Saiful Anwar kira-kira dua minggu lalu, memutuskan sementara pending dulu,” jelasnya.

Penundaan tersebut setelah dikoordinasikan dengan Menteri Kesehatan (Menkes) dan Satgas Covid-19 Pusat. Karena proses pendirian rumah sakit darurat lapangan tersebut dalam tahap menunggu izin Menteri Kesehatan.

“Jadi harapan kita adalah, makin rumah sakit itu tidak kita gunakan berarti proses Pandemi Covid-19 di Malang Raya ini penyebarannya makin menurun dan makin melandai. Harapan kita tentu makin melandai, makin menurun, makin terkendali,” pungkasnya.

Pertengahan September, Khofifah melakukan kunjungan kerja ke Poltekes Malang guna mempersiapkan Rumah Sakit Darurat Lapangan. Sarana tersebut guna mengantisipasi klaster keluarga yang saat itu menjadi kewaspadaan pemerintah.

Pemprov semula merencanakan di beberapa lokasi di Jawa Timur, salah satunya direncanakan di Kota Malang. [lia]