KPAI Sebut Hanya 16, 32 Upah Sekolah yang Siap Pembelajaran Jarak Jauh

Merdeka. com – Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menyatakan berdasarkan hasil pengawasan terhadap sekolah yang dilakukan dalam Juni hingga November 2020, hanya 16, 32 persen sekolah dengan siap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

“Hal ini ialah catatan bagi KPAI dalam menyampaikan masukan kepada pemerintah terkait keberpihakan dan upaya memastikan sekolah, tutor, peserta didik, dan lingkungan membiasakan dapat terbangun dalam ekosistem dengan sehat, ” katanya melalui pancaran pers dari Kementerian Pemberdayaan Hawa dan Perlindungan Anak yang diterima di Jakarta , dilansir Antara, Selasa (1/12),

Ia mengatakan harus tersedia komitmen bagi pemerintah daerah di melakukan politik anggaran bila pembelajaran tatap muka benar-benar dilaksanakan balik pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021.

Pengawasan dilakukan terhadap 49 sekolah dari jenjang SD tenggat SMA/SMK di 21 kabupaten/kota di delapan provinsi. Dari hasil pengawasan tersebut, diketahui bahwa hanya 16, 32 persen sekolah yang jadi melaksanakan pembelajaran tatap muka, sedangkan 83, 68 persen lainnya belum siap.

Pengawasan tersebut juga menemukan beberapa temuan asing, terjadi buka tutup sekolah beberapa kali karena perubahan status zona lokasi sekolah, dan 49 madrasah belum siap dengan infrastruktur serta protokol kesehatan dengan adaptasi istiadat baru.

Selain tersebut, belum ada peta kesiapan madrasah dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dan belum ada pemetaan materi yang akan diberikan pada pembelajaran tatap muka dari sekolah yang telah melakukan uji coba. [eko]