KPU akan Gantikan Penyelenggara yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Mandiri. com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan, jika pada proses penyelenggaraan Penetapan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Serempak terdapat petugas yang terpapar tentu Covid-19, akan diganti.

Ketua KPU RI, Arief Bijaksana menjelaskan keputusan tersebur sebagai jalan menimimalisir resiko penyebaran Covid-19. Tetapi apabila baru dinyatakan reaktif virus corona, pihaknya akan menyuruh untuk isolasi mandiri.

“Bila ada yang reaktif akan kita suruh untuk isolasi mandiri mengikuti areanya akan disterilisasi desinfektan & orang-orang sekitarnya akan dilakukan test, ” ujar Arief saat permufakatan virtual Rumah Pemilu, Jumat (10/7).

Sementara itu, dia mengungkapkan bila proses pergantian di dalam penyelenggara turut mempertimbangkan kemampuan bagian yang masih tersisa, supaya tetal efektif dalam menjalankan tugas segenap tahapan Pilkada 2020 nanti.

“Jadi tidak langsung kita gantikan tetapi dilaksanakan oleh penyelenggara yang masih bisa menjalankan tugasnya. Semisal PPS dari tiga bagian ada yang positif satu, oleh karena itu tugas akan tetap dijalankan sebab dua anggota lainnya sampai bagian dinyatakan sembuh. Namun bila tak bisa kita siapkan pergantinya, ” jelasnya.

Lalu, asalkan seluruh anggota penyelenggara dinyatakan positif maka proses tahapan akan diambil alih oleh petugas pada tingkat atasnya, salama proses pergantian bagian berjalan.

“Sudah tersedia jadi standar operasional prosedur (SOP)nya sudah ada untuk seluruh jejeran penyelenggara melalui surat edaran atau juknis. Mulai dari persoalan perkiraan sampai enerapan protokol kesehatan dengan ketat, ” sebutnya.

Lebih jauh, keputusan isolasi sendiri, pergatian, maupun ambil alih tatkala akan tetap diberlakukan secara bulat di semua tingkatan penyelenggara Pilkada 2020, khusunya pada struktur KPU.

“Jadi kata kuncinya itu apakah tugas-tugas itu masih bisa diselenggarakan oleh petugas yang masih ada? Kalau tidak bisa, maka ada proses pergantian. Tetapi semisal, bisa diselenggarakan oleh para penyelenggara pemilu yang masih tertinggal. Maka itu masih bisa dijalankan, ” jelasnya. [ded]
Baca selanjutnya mengenai Data SGP