Pemimpin KPK: Jangan Coba-Coba Korupsi Pemberian Bansos, Hukumannya Mati

Merdeka. com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan kepada semua pihak untuk tidak menggarong derma bantuan sosial (bansos). KPK bahan mengambil opsi hukuman mati masa ada yang berani korupsi dana bansos.

“Jangan pernah berpendapat, coba-coba atau berani korupsi biaya bansos. KPK pasti akan menjemput opsi tuntutan hukuman mati bagaikan tertuang pada ayat 2 pencetus 2 Undang-Undang Nomor 20 Tarikh 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang berbunyi dalam kejadian tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan di dalam keadaan tertentu, pidana mati mampu dijatuhkan, ” kata Firli, Sabtu (29/8).

Firli mengucapkan, kondisi pandemi Covid-19 tentunya mendalam atau memenuhi unsur ‘dalam posisi tertentu’ sesuai ayat 2 perkara 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Kejahatan Korupsi. Sehingga hukuman mati patut menjadi hukuman bagi pelaku koruptor bansos.

“Miris, benar kejam dan sungguh tega asalkan bansos di tengah pandemi semacam ini, masih saja di korupsi untuk kepentingan sendiri, ” ujar dia.

“Orang yang berani korupsi jelas tidak beriman. Ketamakan dan nafsu membutakan mata, menutup rapat daun telinga lantaran pilu nyaring jeritan pedih saudaranya, ” tambahnya.

Selain itu, Firli mengingatkan bahwa virus Covid-19 memang tidak kasat sembrono. Namun keberadaannya nyata dan telah banyak menelan korban jiwa.

“Dimulai dari diri sendiri, perbanyak amal dan ibadah, tetap berdoa dan gelorakan semangat anti korupsi, jaga diri dengan menerapkan cermin hidup sehat, jaga jarak, gunakan masker, selalu cuci tangan & bawa selalu hand sanitizer, Insya Allah dapat menghindari kita terpapar virus Corona, ” pungkasnya. [cob]