Pengikut Pilkada 2020 Boleh Kampanye Terkuak, Asal Dapat Izin Gugus Suruhan

Merdeka. com awut-awutan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pengamalan tahapan kampanye akbar saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Serentak, harus bedasarkan ketentuan zonasi & rekomendasi Gugus Tugas Covid-19 dalam daerah masing-masing.

“Terkait zonasi pada saat kampanye terbuka itu harus berdasarkan rekomendasi sebab pihak yang berwenang (Gugus Tugas) maksudnya adalah tergantung zona abang, kuning, hijau, jadi merekalah yang berkompetensi menentukan dan memberikan kerelaan. Misal zona merah maka otomatis tidak boleh, ” kata Pemimpin KPU Arief Budiman saat pembahasan daring Rumah Pemilu, Jumat (10/7).

Karena, Arief membaca pihaknya tidak memilimi otoritas maka dalam PKPU No 5 Tarikh 2020 telah dirumuskan proses usaha harus mendapatkan persetujuan pihak dengan berwenang dalam hal ini Konglomerasi Tugas.

Kendati demikian, kata Arief, KPU tetap menerapkan protokol Covid-19 pada seluruh bagian zonasi. Seperti jaga jarak, pembatasan kapasitas, dan protokol lainnya.

“Jadi seluruh zonasi tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku seluruhnya. Kemudian, terkait zonasi saya meminta kepada Gugus Tugas buat kempanye harus bedasarkan rekomendasi. Sebab mereka memiliki kompetensi menetukan zonasi setiap daerah, ” jelasnya.

Selain aturan zonasi, Arief mengatakan saat tahapan pemungutan bahana kemudian ada pemilih yang terinfeksi maka pemungutan suara akan dilangsung di tempat mereka dirawat.

“Bagi mereka yang medium positif dan dia berada di RS, maka penyelenggara akan mendatangi dengan persyaratan yang komplit, yang baju hazmat itu, ada yang bilang kayak baju astronaut, penuh. Jadi, penerapan yang kita lakukan maksimal bagi penyelenggara yang melayani itu, ” jelas Arief.

Diketahui bahwa, berdasarkan PKPU No 5 Tahun 2020, gerakan akbar dijadwalkan berlangsung tanggal 26 September-5 Desember 2020. Sementara pengumpulan suara dijadwalkan pada 9 Desember 2020. [ded]
Info tentang Paito Warna