Peristiwa Daur Ulang Rapid Test Antigen, Satgas Covid-19 Harap Monitoring Diperketat

Merdeka. com kepala Ahli bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Setia Bawono Adisasmito mengaku duka adanya oknum yang menggunakan alat rapid test antigen bekas untuk mendeteksi Covid-19. Dia berharap, kasus tersebut menjadi pembelajaran agar monitoring terhadap petugas di bandara maupun pelabuhan diperketat.

Wiku juga berniat, masyarakat maupun petugas dalam bandara atau pelabuhan mengindahkan prosedur testing Covid-19.

“Saya sangat berharap setiap elemen baik masyarakat maupun petugas lapangan, bagus Satgas Covid-19 di daerah bandar udara maupun kantor kesehatan pelabuhan agar dengan bertanggung jawab dan berbudi mentaati prosedur yang ada yang didukung dengan monitoring ketat, ” katanya pada konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Nusantara, Kamis (29/4).

Wiku mengingatkan, saat itu Indonesia sedang mengalami genting kesehatan akibat pandemi Covid-19. Dia meminta siapapun tidak memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk membahayakan lebih banyak nyawa masyarakat Indonesia.

“Sangat tidak berbudi jika masih ada sekadar yang memanfaatkan peluang itu untuk hal membahayakan keselamatan masyarakat, ” ujarnya.

Sebelumnya, Wiku meminta oknum yang menggunakan alat rapid test antigen isyarat untuk pemeriksaan Covid-19 di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) ditindak tegas.

“Satgas mengecam pelaku pemalsuan jalan antigen ini dan membantu kepolisian untuk menindak secara tegas para pelakunya, ” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Setia Bawono Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (29/4).

Wiku menegaskan, menggunakan rapid test antigen bekas untuk melayani testing Covid-19 tidak mampu ditolerir. Sebab, tindakan tersebut membahayakan nyawa manusia.

Dia berharap, pemalsuan rapid test antigen itu merupakan kejadian terakhir. Bila kejadian serupa terulang, Resi memastikan pemerintah akan menjemput langkah tegas dan lekas.

“Saya ingatkan agar penyedia layanan test antigen tidak bermain-main dengan nyawa manusia dan lakukan lah testing sesuai jalan yang telah ditetapkan. Semasa ada yang berani melakukan tindakan serupa Satgas pastikan akan ada konsekuensi penindakan tegas dari aparat ke polisi hirau bagi para pelakunya, ” tandasnya.

Polisi menggerebek lokasi layanan tes antigen di Bandara Kualanamu, Sumut, milik Kimia Farma. Penggerebekan dilakukan pada Selasa (27/4) sore oleh Dirkrimsus Polda Sumut setelah mendapat keluhan dari para calon pengikut yang mendapati hasil rapid antigen selalu positif Covid-19 dalam kurun lebih invalid sepekan.

Petugas kemudian melakukan penyamaran secara mendaftar sebagai calon pengikut yang mengikuti rapid test antigen. Masuk ke kawasan pemeriksaan, polisi menjalani metode sebagaimana mestinya, yaitu metode tes rapid antigen dimasukkan ke lubang hidungnya.

Menunggu 10 menit, anggota Polda Sumut tersebut mendapati hasil tesnya pasti. Sempat ada perdebatan, polisi lalu melakukan pemeriksaan bulat. Hasilnya, didapati alat rapid test antigen yang sudah dipakai digunakan lagi nama lain didaur ulang.

Alat yang dimasukkan ke hidung itu diduga dibersihkan lagi setelah dipakaikan ke penumpang lain. Polisi pula mengamankan petugas laboratorium mengikuti beberapa barang bukti.

Sementara itu, di siaran persnya, Direktur Istimewa PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadhilah Bulqini, mendukung investigasi yang dilakukan kepolisian.

“Apabila benar bersalah, maka para oknum petugas layanan Rapid Test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan hukuman yang berat sesuai keyakinan yang berlaku, ” ujarnya. [ray]