Peristiwa Suap Perkara MA, Nurhadi dan Menantu Divonis Sore Ini

Merdeka. com – Pengadilan Kampung (PN) Jakarta Pusat akan menggelar sidang putusan terhadap dua terdakwa, Mantan Carik Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman, dan menantunya, Rezky Herbiyono. Keduanya terlibat di dalam kasus dugaan suap & penerimaan gratifikasi pengurusan pasal di MA.

“Iya (sidang dengan skedul putusan untuk terdakwa Nurhadi dan Rezky). Dijadwalkan memukul 16. 00 WIB, ” kata Kuasa Hukum Nurhadi, Maqdir Ismail saat dikonfirmasi, Rabu (10/3).

Atas putusan tersebut, Maqdir berharap, majelis hakim bisa memutus bebas Nurhadi dibanding segala dakwaan yang disusun oleh tim Jaksa Penggugat Umum (JPU) pada Komite Pemberantasan Manipulasi (KPK). Sebab, apa yang disebut pada dakwaan berbeda dengan bukti persidangan.

“Kami harapkan pengadilan berpihak pada keadilan dan kebenaran sesuai fakta persidangan, bukan framing yang dilakukan oleh pihak tertentu. Kami berharap Bungkus Nurhadi dibebaskan dari seluruh dakwaan, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Mantan Penulis MA Nurhadi dituntut pidana 12 tahun penjara kompensasi Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Sementara menantunya, Rezky Herbiono dituntut 11 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Lantaran, JPU meyakini Nurhadi serta Rezky menerima suap serta gratifikasi terkait penanganan tentang di MA.

Hal yang memberatkan tuntutan yakni Nurhadi dan Rezky dianggap tidak mendukung kalender pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana manipulasi , merusak citra lembaga Mahkamah Agung RI, mencari dan tidak mengakui perbuatannya.

Sedangkan hal yang meringankan lantaran keduanya belum pernah dihukum.

Jaksa beranggapan Nurhadi dan Rezky telah menerima suap sebesar Rp 45. 726. 955. 000. Taat Jaksa, pemberian uang tersebut diterima oleh Nurhadi serta Rezky dari pemilik PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Sementara dalam dakwaan ke-2, Nurhadi dan Rezky dipercaya menerima gratifikasi dari pihak yang berperkara di meja hijau. Penerimaan gratifikasi diterima Nurhadi dan Rezky sejak 2012 hingga 2016. Menurut jaksa, gratifikasi yang diterima Nurhadi dan Rezky seluruhnya berjumlah Rp 37. 287. 000. 000.

Akan dasar penerimaan suap dan gratifikasi dengan total keseluruhan Rp 83. 013. 955. 000. Maka jaksa menuntut agar Majelis Hakim Pengadilam Tipikor Jakarta menjatuhkan kejahatan tambahan berupa uang pemangku kepada Nurhadi dan Rezky sebesar Rp 83 miliar.

Uang substitusi tersebut harus dibayar selambat-lambatnya satu bulan setelah vonis pengadilan berkekuatan hukum lestari alias inkrakh. Jika di jangka waktu tersebut Nurhadi dan Rezky tidak membalas uang pengganti, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Jika harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pemangku, maka diganti dengan kejahatan dua tahun penjara. [rnd]