Polres Tual Gagalkan Penyelundupan Ribuan Liter Miras Sopi, Dititipkan ke ABK

Merdeka. com awut-awutan Kepolisian Resor Tual, Maluku menggagalkan penyelundupan 2, 8 ton minuman keras tradisional sopi diduga ilegal.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Penuh M Roem Ohoirat mengatakan, Satresnarkoba Polres Tual berhasil menggagalkan penyelundupan 2, 8 ton minuman bersusah-susah tradisional jenis sopi yang diduga ilegal di atas sebuah kapal penumpang.

“Minuman tulang tradisional khas Maluku dalam jumlah besar itu terungkap, setelah dilakukan razia terhadap barang bawaan pengikut KM Inti Mulia yang berpegang di Pelabuhan Tual, ” kata Ohoirat, di Ambon, Sabtu (12/12).

Tim yang menyelenggarakan pemeriksaan dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Kota Tual Iptu A Kenne.

KM Inti Indah berlayar dari Pelabuhan Kisar-Tepa-Saumlaki-Elat-Tual, serta setelah merapat di Dermaga Pangkalan Tual, tim langsung melakukan pemeriksaan.

“Penggeledahan dilakukan maka malam hari berdasarkan Surat Arahan Penggeledahan Alat Angkut Nomor: SP. Dah/10/XII/RES. 4. /2020/Resnarkoba Polres Tual Desember 2020, ” ujarnya.

Juru Bicara Polda Maluku ini mengaku sebanyak ribuan liter minuman berkadar alkohol tinggi tersebut ditemukan dalam kamar-kamar ABK dan palka tengah KM Inti Fadil.

“Total 2. 855 ton sopi itu dikemas pada jeriken-jeriken berukuran 35 liter, 5 liter, dan botol Aqua ukuran 600 mililiter, ” katanya juga.

Ohoirat mengaku belum mengetahui pemilik dari ribuan liter minuman keras yang menjadi satu diantara pemicu terjadinya tindakan kriminal dan kecelakaan lalu lintas di Maluku ini.

Namun berdasarkan keterangan nakhoda KM Inti Klasik Fransiskus Sareng, benar sopi-sopi tersebut dititip kepada para ABK serta diketahui oleh dirinya.

“Tidak ada seorang pun dengan mengakui sebagai pemilik barang. Bersandarkan pengakuan nakhoda KM Inti Mulia Fransiskus Sareng bahwa benar barang-barang bawaan penumpang yang tertangkap lengah adalah barang bawaan penumpang yang dititip pada para ABK serta diketahui juga oleh nakhoda beserta para ABK lainnya, ” katanya pula.

Ohoirat mengungkapkan penyelundupan serupa juga pernah terlihat di atas KM Inti Mulia pada Jumat (27/11/2020) lalu pukul 02. 17 WIT.

Kala itu ditemukan sebanyak 175 liter, namun sebelumnya ABK sudah menurunkan beberapa liter lainnya dalam perairan Pulau Ut dan sekitarnya.

“Sopi-sopi itu kemudian diangkut dengan menggunakan speed boat. Sopi dijual per liter seharga Rp120. 000, ” ujarnya lagi.

Setelah mengetahui perihal itu, Satresnarkoba Polres Tual bekerjasama dengan Kapolsek Kei Besar dan dua personel Polsek Kei Tumbuh melakukan pengawalan terhadap KM Pokok Mulia yang berlayar dari Elat.

“Sehingga tidak berlaku upaya menurunkan minuman keras macam sopi di perairan Pulau Ut, dan KM Inti Mulia kemudian digeledah saat bersandar di Pelabuhan Tual dan ditemukan sopi sebanyak ini, ” kata dia.

Menurutnya, ribuan liter minuman keras tersebut sudah disita dalam Markas Polres Tual, sementara terhadap nakhoda dan para ABK akan dilakukan pemanggilan untuk diperiksa jadi saksi.

“Pemeriksaan dilakukan agar membuat terang tindak pidana yang terjadi, yakni larangan perputaran minuman beralkohol sebagaimana dimaksud di Pasal 25 ayat (1), (2) dan (3) Peraturan Daerah Tanah air Tual Nomor 6 Tahun 2019, ” katanya lagi. [bal]