Ridwan Kamil: Jabar Harus Kembali Muncul dengan Positif

Langgas. com – Besaran APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat berada di angka Rp44 triliun. Anggaran itu digunakan untuk sejumlah hal, salah satunya perbaikan ekonomi termasuk pembayaran beberapa order pembangunan dengan skema pembayaran tahun jamak (multiyears).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan fokusnya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi di akhir tahun positif. Seluruh hal, KUA PPAS, rencana kegiatan kegiatan, terkait detil anggaran bakal dibahas di Perda APBD.

“Nah, fokusnya adalah Mencuraikan harus kembali tumbuh dengan membangun. Maka prioritas semua anggaran kita arahkan untuk pemulihan ekonomi pascacovid-19, ” kata dia di Gedung DPRD Jabar, Jumat (11/9).

“Diperkirakan nilai volume APBD kita ada di Rp44 triliun. Ini terlihat sama dengan tahun lalu, karena ada tambahan pinjaman daerah dari pemerintah pusat dengan bunga nol persen itu kira-kira Rp4 triliun yang membuat bagian apbd kita menjadi sehat, ” ia melanjutkan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jawa Barat akan menyepakati menggunakan pinjaman daerah untuk fokus di dalam anggaran anggaran untuk pemulihan ekonomi.

Kemudian, beberapa pembiayaan proyek skala besar digunakan dengan skema baru. Artinya, proses lelang tidak akan dilakukan setiap tabun.

“Kita juga menganjurkan inovasi baru ada beberapa order yang tidak lagi pertahun, akan tetapi multiyears atau tahun jamak sebab kalau proyek besar dikerjakan per tahun per tahun biasanya (proses pengerjaannya) hilang empat atau lima bulan untuk proses lelang tahunan, ” kata dia.

“(Skema pembiayaan multiyears) itu contohnya proyek masjid raya jawa barat. Nah sekarang diputuskan, terima iba Pak Ketua (DPRD Jabar) memberikan kebijakan kebersamaan, ” terang dia.

Selain proyek masjid raya, proyek lain di antaranya, jalan under pass di Depok, jalan raya di Garut tenggat di Sukabumi. Proses lelangnya hanya sekali tapi anggarannya bisa buat dua sampai tiga tahun minus harus dilelang lagi.

“Kita sudah mulai lelang, sesudah KUA PPAS ini. tapi tetap pekerjaannya dilakukan di awal tahun 2021, tapi proses lelangnya dilakukan setelah kesepahaman karena volume angkanya sama, ” imbuh dia.

“Harapannya dengan inovasi tersebut maka belanja tidak lagi terhenti sendat di awal mulai terbang di tengah dan puncaknya pada akhir, tapi (dengan inovasi ini) dari awal sudah ngebut (proses pengerjaan proyek). itu hasil kesepahaman yang sudah ditandatangani dengan arahan dewan, ” pungkasnya. [lia]