Tenggelam di Bengawan Solo, Julian Terlihat Tewas

Merdeka. com – Julian Tri Utomo (11), bocah asal Kampung Sewu RT 02/09, Jebre Solo, yang hilang saat bermain di Bengawan Solo, Kelurahan Seribu, berhasil ditemukan dalam kondisi wafat dunia. Jasad Julian ditemukan sekitar 15 meter dari lokasi tenggelam, Jumat (14/8) sekitar pukul 8. 45 WIB.

“Benar mas, sudah dikonfirmasi, korban telah ditemukan, ” kata Kepala Basarnas Jawa Tengah, Nur Yahya, saat dihubungi merdeka. com.

Koordinator Basarnas Pos Solo, Arief Sugiarto menyampaikan, Julian hilang di dalam Rabu (12/8) sekitar pukul 13. 30 WIB. Dia hilang masa bermain di tepian sungai terpanjang di pulau Jawa itu beriringan dua temannya.

“Pencarian hari pertama dan kedua, tim SAR gabungan belum bisa menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kita memperluas area pencarian dan berkoordinasi dengan SAR di Sragen dan Ngawi, ” ujarnya.

Namun, lanjut dia, pada hari ke-3 pencarian, tim SAR gabungan mampu menemukan korban tak jauh dibanding lokasi kejadian awal.

Lamanya pencarian, lanjut dia, dikarenakan posisi tubuh korban tertutup semak-semak, sehingga tidak terlihat. Usai ditemukan, korban segera dibawa ke vila sakit untuk dilakukan autopsi.

“Korban sudah dibawa ke rumah duka, RT 02 RW 09, Kelurahan Sewu, Jebres, Tunggal untuk dimakamkan, ” tutupnya.

Julian tenggelam di arus sungai Bengawan Solo, tepatnya dalam kampung Sowijayan RT 02, Rabu (12/8) siang. Saat kejadian, objek sedang berenang bersama seorang rekannya yang berhasil diselamatkan warga.

“Korban diduga tenggelam dalam sungai Bengawan Solo dan sampai saat ini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, ” ujar Kepala Basarnas Nur Yahya.

Terkait kronologis perihal, pada siang sekitar pukul 14. 00 WIB, korban berangkat ke sungai Bengawan Solo untuk main air bersama 2 rekannya. Korban bersama salah seorang rekan berenang di tepian sungai.

“Saat bermain di sungai arah pinggir, tiba-tiba keduanya terperosok ke bagian tengah sungai dan terbawa arus, ” katanya.

Namun temannya berhasil berenang menyelamatkan diri dengan dibantu warga. Sebaliknya korban terbawa arus, hanyut dan tenggelam. [fik]