Terlepas dari Longsor Tambang Ilegal dalam Muara Enim, 3 Penambang Maka Tersangka

Merdeka. com – Satreskrim Polres Musi Rawas, Sumatera Selatan, menetapkan tiga tersangka dalam peristiwa tambang batubara ilegal longsor pada Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Musi Rawas, dua keadaan lalu. Mereka merupakan penambang terjamin dalam insiden itu.

Ketiga tersangka adalah Dadang Supriatna (56) warga Desa Pengalengan, Kecamatan Pangelangan, Kabupaten Bandung Selatan, Jawa Barat, Bambang (38) warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Kepoh Baru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Mahmud (26) warga Desa Sundal Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Donni Eka Syaputra mengungkapkan, para simpulan merupakan pekerja tambang ilegal serta pengangkut hasil tambang. Mereka sudah bekerja di tambang liar tersebut sejak dua bulan lalu.

“Dari penyelidikan, kami menetapkan tiga tersangka yakni penambang terjamin. Kasus dinaikkan ke penyidikan, ” ungkap Donni, Jumat (23/10).

Para tersangka dikenakan Kausa 158 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UNDANG-UNDANG Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan dan Batubara juncto Urusan 55 KUHP dengan pidana kurungan paling lama lima tahun & denda paling banyak Rp100 miliar.

“Peran mereka ada yang ikut menambang dan ada juga pengangkut, ” ujarnya.

Dari pemeriksaan, kata dia, kejadian berawal saat para penambang melakukan kegiatan penambangan di TKP, Rabu (21/10) pukul 12. 30 WIB. Tambang itu tidak mempunyai izin penambangan alias ilegal.

Sebanyak 13 penambang saat kejadian berada di dalam galian untuk mengangkut lumpur secara estafet. Sementara satu pekerja lagi di luar galian.

“Pukul satu siang pada saat menggali dan sebagian mengangkut lumpur dan dimasukkan ke karung, tebing setara 9 meter longsor. Sebelas karakter tertimbun, ” tutupnya. [fik]