Usai Membunuh, Petani di NTT ini Jalan Kaki 5 Jam Menyerahkan Diri ke Kantor Polisi

Merdeka. com awut-awutan Melianus Ninef (43), petani pokok Desa Noebana, Kecamatan Noebana, Kabupaten Timor Tengah Daksina, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas ditebas dengan golok oleh Alfons Bausele (36), warga Desa Fatumnasi, Kecamatan Noebana, di sebuah kali kering. Melianus terkapar sudah ditebas parang sebanyak tiga kali oleh Alfons karena diduga hendak mencuri lembu milik pelaku.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 22. 00 WITA. Pelaku duduk di dekat rumah kebun yang berharta dalam kandang sapi miliknya, yang berjumlah 28 ekor. Pelaku ekstra ketat memelihara ternak peliharaannya, karena telah sering terjadi pencurian peliharaan di wilayah tersebut.

Selang beberapa saat kemudian, pelaku melihat korban masuk ke dalam kampung ternak sapi. Pelaku sempat berteriak kepada korban “siapa itu”.

Mendegar teriakan itu, korban berlari keluar dari dalam negeri. Pelaku mengejar korban serupa memegang parang di lengah kanan dan senter dalam tangan kiri.

Kurang lebih jarak target 100 meter, pelaku mengayunkan parang di tangan karakter. Walau masih sempat berlari menyelamatkan diri, korban tetap dikejar. Pelaku kembali menggerakkan parang tepat di kepala bagian belakang, sehingga objek terjatuh.

Setelah korban jatuh, pelaku sedang menebas korban pada periode leher hingga tewas dalam tempat. Setelah dicek ternyata pelaku mengenali korban.

Pelaku yang mulai diselimuti rasa takut, kembali ke rumah kebun miliknya. Dia kemudian membangunkan ibunya dan memberitahu bahwa sudah membunuh seseorang karena dicurigai hendak mencuri sapi mereka.

Merasa bersalah, pelaku berjalan kaki ke Polsek Oinlasi untuk menyerahkan diri. Pelaku berjalan bermalas-malasan selama hampir lima jam dari rumah kebunya had ke Polsek. Dia anyar tiba di Mapolsek Oinlasi pada pagi buta sekitar jam 04. 00 WITA.

Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Iptu Hendricka Bahtera mengatakan, Kapospol Noebana melaporkan kasus itu pada siang hari & meminta bantuan tim rekognisi Satuan Reskrim, untuk menghantam kasus ini.

Kasat Reskrim bersama bagian unit identifikasi, Aipda Jandri Tlonaen, Briptu Aryanto Lurus, Bripda Jorhens J Mangi Lomi datang ke lokasi kejadian dan melakukan cara tempat kejadian perkara.

“Pada tubuh objek terdapat tiga luka robek menganga pada tangan kanan, kepala kanan bagian kecil dan juga leher kiri korban, ” kata Hendricka Bahtera, Sabtu (13/3).

Setelah olah tempat kejadian perkara, pelaku dijemput di Polsek Oinlasi, buat diselidiki lebih lanjut pada Polres Timor Tengah Selatan. Barang bukti berupa parang juga telah diamankan. [cob]