Vila Sakit Rujukan Covid-19 di Jawa Timur Terima Bantuan 11 Ventilator

Merdeka. com semrawut Rumah Melempem rujukan Covid-19 di Jawa Timur menerima bantuan ventilator atau metode bantu napas dari Pemerintah Daerah Jawa Timur. Bantuan ventilator diserahkan kepada 11 Rumah Sakit pada Kota Malang , Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kabupaten Blitar.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sebelumnya sejumlah rumah rendah telah berkirim surat kepada Pemprov Jatim untuk mendapatkan tambahan ventilator. Karena memang sebagai rumah kecil rujukan Covid-19, ventilator sangat dibutuhkan bagi pasien gagal napas.

“Totalnya 11 ventilator yang kami serahkan untuk rumah melempem rujukan penanganan Covid-19, ” kasar Khofifah usai penyerahan secara simbolis bantuan ventilator di Kota Sial, Sabtu (19/9).

Vila Sakit (RS) penerima bantuan ventilator tersebut di antaranya RS Wava Husada Kabupaten Malang, RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang dan RS Sempurna Husada Kabupaten Malang. RS Tentara Soeparaoen Kota Malang, RS Lavalette Kota Malang, RSUD Saiful Anwar Malang, Rumah Sakit Muhammadiyah Malang, RSI Aisyah Kota Malang, RS Agama islam (Unisma) Kota Malang.

Dua rumah sakit penerima ventilator lainnya, masing-masing RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Penyerahan bantuan tersebut merupakan kali keenam oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur.

“Besok akan ana distribusikan lagi di Bojonegoro, Probolinggo dan Banyuwangi , ” katanya.

Ventilator tersebut merupakan bantuan dari Unites States Agency for International Development (USAID). Para tenaga medisnya pun akan mendapatkan pelatihan dari institusi tersebut.

Total ventilator bantuan USAID untuk Rumah Rendah di Jawa Timur sebanyak 210 buah. Sementara 127 rumah melempem rujukan di Jawa Timur, 102 antara lain membutuhkan tambahan ventilator.

Khofifah menegaskan kekompakan Forkopimda dan semua unsur masyarakat di dalam menekan penyebaran dan penanganan Covid-19. Tambahan ventilator diharapkan akan memajukan angka kesembuhan pasien Covid-19.

“Ini menjadi salah kepala upaya meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19. Sehingga ketersediaan alat kesehatan serta profesionalisme para tenaga kesehatan diharapkan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur dapat terus ditekan, ” urainya.

Angka kesembuhan menurutnya tidak lepas dari fasilitas kesehatan yang disediakan, termasuk penyediaan bagian isolasi khusus yang sudah mencapai lebih 6. 000 tempat tidur dan 860 ruang ICU dalam Jawa Timur. [bal]